Dalam
pembacaan kita pada Ayat 16 – 21 terdapat percakapan/ tanya jawab Paulus dengan
orang – orang di Atena.Tanya jawab tersebut dilatarbelakangi oleh
pengamatan Paulus, di mana ia telah lebih dahulu meneliti kota tersebut, dan ia
menemukan begitu banyak patung– patung berhala dan juga Paulus menemukan adanya dua kelompok
Ahli filsafat disana yaitu Ahli filsafat Epikuros dan Stoa kedua kelompok
ahli ini yang selanjutnya adalah menjadi
lawan diskusinya
Bapak Ibu sdr/i yang Tuhan Kasihi, Ketika
Paulus dalam pengamatannya dan mendapati begitu banyak penyembahan berhala di
sana, maka hatinya merasa sedih ( ayat 16). kata
“sedih” di sini sama dengan
“tertekan” atau yang lebih hurufiah adalah “terprovokasi” .
Maknanya lebih berkaitan dengan kemarahan.
Sikap
hati yang marah atau jijik terhadap penyembahan berhala ini sangat lazim di
antara orang-orang Yahudi yang menganut faham monoteisme
secara ketat. Atau faham yang hanya percaya
kepada satu dewa.